Menginap di Tabanan Bali: Slow Living, Desa Ume Abian, dan Sawah Hijau yang Menenangkan



Setiap kali ke Bali, kami selalu punya satu kebiasaan yang sama: memilih satu area untuk ditinggali lebih lama, tanpa itinerary padat, tanpa kejar-kejaran destinasi. Buat kami, liburan bukan soal checklist tempat wisata, tapi soal menikmati ritme hidup lokal, bangun tanpa alarm, dan membiarkan hari berjalan apa adanya.

Kali ini, pilihan kami jatuh ke Tabanan, Bali.

Dan tanpa berlebihan, pengalaman menginap di sini terasa seperti menemukan Bali versi yang lebih pelan, lebih hijau, dan lebih jujur.



Kenapa Tabanan Bali Semakin Menarik Setelah Pandemi?

Belakangan ini, terutama setelah masa Covid, Tabanan seperti membuka pintu peluang baru.

Banyak kenalan kami mulai melirik bahkan membeli tanah di area ini. Alasannya cukup masuk akal: saat pandemi, harga tanah di Tabanan relatif lebih terjangkau dibanding Bali selatan, dan secara lokasi Tabanan masih satu jalur dengan Canggu, area yang sekarang super hidup dan berkembang pesat.

Kalau dilihat dari peta, Tabanan berada tepat di belakang hiruk-pikuk Bali selatan.

Tidak terlalu jauh dari Canggu, Seminyak, atau Pererenan, tapi cukup “menjauh” untuk menawarkan ketenangan.

Buat kami yang sudah sering ke Bali, Tabanan terasa seperti next chapter — tempat untuk tinggal lebih lama, bukan sekadar mampir.


Related post : Mengunjungi Savana Tianyar di Bali: Petualangan Keluarga yang Tak Terlupakan


Tabanan Itu Di Mana?

Buat yang belum terlalu familiar, Kabupaten Tabanan terletak di bagian barat daya Pulau Bali.

Wilayah ini dikenal sebagai lumbung beras Bali, dengan hamparan sawah luas, desa-desa tradisional, serta lanskap alam yang masih sangat terjaga.

Tabanan berbatasan langsung dengan:

  • Kabupaten Badung (Canggu dan sekitarnya)

  • Kabupaten Jembrana

  • Kabupaten Buleleng

Karena itu, meskipun nuansanya alami dan tenang, Tabanan bukan area terpencil. Akses jalan sudah baik, fasilitas terus berkembang, dan pilihan tempat makan maupun penginapan semakin beragam.

Slow Living di Tabanan: Liburan Tanpa Itinerary


Menginap di Tabanan mengajarkan kami satu hal penting:

tidak semua liburan harus penuh rencana.

Hari-hari kami di sini diisi dengan hal sederhana:

  • bangun pagi melihat sawah

  • sarapan tanpa terburu-buru

  • jalan-jalan desa

  • kembali ke penginapan sebelum gelap

Tidak ada tekanan untuk “harus ke mana hari ini”.

Dan justru di situ letak nikmatnya.

Tabanan cocok sekali untuk kamu yang:

  • ingin slow travel

  • ingin tinggal lama di Bali

  • bekerja remote dengan suasana tenang

  • atau sekadar butuh jeda dari keramaian

Menginap di Desa Ume Abian, Pengalaman yang Membumi


Kami memilih menginap di Desa Ume Abian, sebuah desa yang langsung memberi kesan hangat sejak pertama kali kami tiba.

Sore itu, kami datang tepat saat banjar setempat sedang mengadakan ibadah.

Warga lokal dari berbagai usia berkumpul di depan pura, mengenakan pakaian adat Bali yang indah. Perempuan membawa canang, anak-anak berlarian kecil, dan di satu sisi sekelompok pria sedang latihan gamelan.

Tidak ada yang dibuat-buat.

Tidak ada yang terasa seperti pertunjukan.

Hanya kehidupan desa Bali yang berjalan apa adanya.

Sore itu terasa sangat hidup, damai, dan menyenangkan — salah satu momen yang tidak bisa direncanakan, tapi justru paling berkesan.








Tabanan Bukan Area yang “Gak Ada Apa-Apanya”

Banyak orang masih mengira Tabanan itu sepi dan tidak punya apa-apa.

Padahal kenyataannya, Tabanan punya keseimbangan yang pas antara alam dan kenyamanan.

Di satu sisi, alam masih mendominasi:

  • sawah hijau sejauh mata memandang

  • air terjun yang masih alami

  • pantai berpasir hitam yang relatif sepi

Di sisi lain, Tabanan juga sudah berkembang:

  • restoran dan café dengan konsep modern

  • toko-toko lokal

  • akses ke kebutuhan harian yang mudah

Jadi mau liburan santai atau tinggal agak lama, Tabanan sangat mengakomodir kebutuhan traveler masa kini.


Sightseeing Ngetop di Tabanan Bali

Kalau kamu ingin eksplor tanpa harus pindah area menginap, ini beberapa sightseeing populer di Tabanan:

Semua destinasi ini bisa dijangkau dengan perjalanan santai dari area Ume Abian.


Review Menginap di Umasari Rice Terrace Villa, Tabanan

Selama di Tabanan, kami menginap di Umasari Rice Terrace Villa.

Properti ini langsung menarik perhatian kami karena:

  • arsitektur khas Bali yang masih terasa autentik

  • lokasi tepat menghadap hamparan sawah hijau

  • suasana tenang dan privat

  • cocok untuk slow living dan long stay

Bangun pagi dengan pemandangan sawah, suara alam, dan udara segar menjadi rutinitas yang sangat kami nikmati.

Tidak ada suara kendaraan, tidak ada keramaian — hanya Bali dalam versi paling menenangkan.

Umasari Rice Terrace Villa cocok untuk kamu yang:

  • mencari villa di Tabanan dengan view sawah

  • ingin pengalaman menginap yang lebih lokal

  • ingin benar-benar beristirahat dan recharge

Tips Menginap di Tabanan Bali

Dari pengalaman kami, ini beberapa tips kalau kamu ingin menginap di Tabanan:

  1. Pilih area desa dekat sawah untuk pengalaman maksimal

  2. Sewa motor atau mobil karena jarak antar tempat cukup berjauhan

  3. Jangan bawa mindset “harus ke banyak tempat”

  4. Sisakan waktu untuk tidak melakukan apa-apa Tabanan paling nikmat dinikmati dengan ritme pelan.

Tabanan, Bali Versi Lebih Tenang

Tabanan mungkin bukan tentang beach club, party, atau nightlife.

Tapi kalau kamu mencari:

  • Bali yang lebih tenang

  • alam yang masih dominan

  • kehidupan desa yang autentik

  • tempat yang cocok untuk tinggal lebih lama

Tabanan adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.

Menginap di Desa Ume Abian dan Umasari Rice Terrace Villa mengingatkan kami bahwa liburan terbaik sering kali datang saat kita berhenti terburu-buru, dan mulai benar-benar hadir.


No comments:

Post a Comment

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan

INSTAGRAM FEED

@soratemplates